Awal hijabku

Hidayahku berhijab:
.
.
Keinginanku untuk berhijab sudah lama, sejak duduk di bangku smk 2010. Saat itu aku senang melihat wanita-wanita berhijab apalagi gaya hijab wanita timur tengah yang sangat simple namun menyejukkan hati dan seketika itu aku sering browsing melihat mereka. Dan aku meyakinkan diri akan berhijab setelah menikah, mungkin karena saat itu aku merasa lebih dewasa. Mungkin itu hidayah yang pertama namun aku belum menjemputnya.

Sekitar tahun 2014 sampai 2015 aku mulai menemukan beberapa pict yabg bertuliskan kalimat wanita berhijab. Aku tercengang saat melihat gambar yang bertuliskan "jika kau berhijab menutup aurat setelah menikah berarti kau lebih menyayangi suamimu daripada ayahmu. Kenapa? Karena di dalam alqur'an jelas tertulis perintah berhijab. Selama kau belum menikah dosamu ditanggung ayahmu dan kau masih tanggung jawab beliau, jadi otomatis ayahmu menanggung dosamu karena kau belum berhijab." Dan aku pun sadar jika aku sangat menyayangi ayahku jadi keinginan untuk berhijab kian besar. Allah memberiku hidayah yang kedua.

Pada tahun 2015 aku memutuskan akan berhijab apapun yang terjadi. Tepatnya beberapa hari menjelang ramadhan tekadku kian bulat dan mantap bahwa aku ingin berhijab. Aku menjemput hidayahku untuk berhijab itu di tempat pemakaman. Sedikit agak horor tapi itulah kenyataannya.

Di hari pertama idul fitri seperti tahun sebelum-sebelumnya aku selalu mengenakan hijab tanpa di lepas pasang. Di hari kedua aku meneruskan hijabku dan sampai sekarang aku berhijab. Alhamdulillah. Aku menjemput hidayahku. Masha Allah kuasa Allah sungguh besar. Dan aku sangat bersyukur aku diberikan hidayah dan Allah memberiku kesempatan. Setelah berhijab aku tidak langsung sangat muslimah. Ibadahku masih jauh. Banyak fase-fase jatuh bangun dan menguras air mata yang terjadi di kehidupanku. Salah satunya terlalu berharap pada seseorang. Namun Allah menyayangiku, Dia menegurku dan Dia melindungiku. Saat ini aku masih belajar. Belajar jadi muslimah yang baik. Aku memang sudah berhijab tapi aku masih jauh dari kata shalehah, karena tandinganku adalah bidadari surga yang telah disiapkan Allah untuk lelaki shaleh dan kadang aku cemburu kepada muslimah yang iman dan taqwanya semakin kuat. Sungguh aku mohon ampun ya rabb dan aku sungguh memohon perlindungan dan pertolonganMu supaya selalu istiqamah denganMu. Aamiin ya rabbal'alamin

Kalimat indah dari seorang makhluk Allah ini bisa dijadikan sebagai renungan dan kesadaran sekaligus penutup postingan ini :
Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap pada-Nya ~Imam Syafi'i

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Masih) Berjumpakah Atau Usai Sudah